Halaman


 



Pada hari Jum'at, 17 Mei 2024, Perpustakaan Universitas Alma Ata menerima kunjungan dari Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes), yaitu Bapak Dr. Dian Ayubi, S.KM, M.QIH, dan Bapak Prof. Dr. rer. med. Hamzah Hasyim, SKM, MKM. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka Asesmen Lapangan (AL) untuk Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Alma Ata. Kegiatan ini didampingi langsung oleh Kepala Perpustakaan, Bapak Dian Nugroho Prasetyo, SIP., M.IP.

Semoga kunjungan ini membawa manfaat untuk kemajuan dan perkembangan Perpustakaan Alma Ata dan terkhusus prodi S2 Kesehatan Masyarakat Universitas Alma Ata mendapatkan hasil terbaik dalam visitasi kali ini.

Assesor LAM-PTKes kunjungi Perpustakaan Alma Ata saat Visitasi prodi S2 Kesehatan Masyarakat

 



Pada hari Selasa, 14 Mei 2024, Perpustakaan Universitas Alma Ata menerima kunjungan Asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) dalam rangka pelaksanaan Asesmen Lapangan (AL) di Program Studi Sarjana Akuntansi. Kunjungan ini dilakukan oleh Ibu Dr. Nurika Restuningdiah, SE, M.Si, Ak, CA, CSRS, dan Ibu Dr. Dianwicaksih Arieftiara, SE, Ak, M.Ak, CA, CSRS. Kegiatan asesmen ini didampingi langsung oleh Kepala Perpustakaan, Bapak Dian Nugroho Prasetyo, SIP, M.IP.

Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA) bertugas untuk memastikan kualitas pendidikan di bidang ekonomi, manajemen, bisnis, dan akuntansi melalui proses akreditasi. Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh LAMEMBA adalah Asesmen Lapangan (AL), yang merupakan tahap penting dalam proses akreditasi program studi.

Asesmen Lapangan (AL) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh tim asesor LAMEMBA dengan tujuan untuk memverifikasi dan mengevaluasi kesesuaian antara laporan evaluasi diri yang telah disampaikan oleh program studi dengan kondisi nyata di lapangan. Berikut adalah beberapa poin penting dalam pelaksanaan AL di Program Studi Sarjana Akuntansi:

1. Persiapan Dokumen dan Data: Program studi harus menyiapkan berbagai dokumen dan data pendukung yang telah disampaikan dalam laporan evaluasi diri, seperti kurikulum, silabus, data mahasiswa, data dosen, hasil penelitian, kegiatan pengabdian masyarakat, dan fasilitas pendukung.

2. Kunjungan Asesor: Tim asesor LAMEMBA akan mengunjungi kampus untuk melakukan verifikasi lapangan. Selama kunjungan, asesor akan melakukan observasi, wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan seperti dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta alumni, dan melihat langsung fasilitas yang dimiliki oleh program studi.

3. Wawancara dan Diskusi: Tim asesor akan mengadakan sesi wawancara dan diskusi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai proses pembelajaran, manajemen, kualitas sumber daya manusia, serta relevansi program studi dengan kebutuhan pasar kerja dan industri.

4. Penilaian dan Evaluasi: Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, tim asesor akan melakukan penilaian terhadap berbagai aspek program studi, termasuk kurikulum, sarana dan prasarana, tata kelola, dan outcome lulusan. Hasil evaluasi ini akan dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan oleh LAMEMBA.

5. Laporan Asesmen: Setelah selesai melakukan asesmen lapangan, tim asesor akan menyusun laporan yang berisi temuan-temuan dan rekomendasi untuk perbaikan serta peningkatan mutu program studi. Laporan ini akan disampaikan kepada LAMEMBA sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akreditasi.

6. Feedback dan Tindak Lanjut: Program studi diharapkan untuk menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan oleh tim asesor dalam laporan asesmen. Tindak lanjut ini penting untuk peningkatan mutu berkelanjutan dan persiapan akreditasi di masa mendatang.

Pelaksanaan Asesmen Lapangan oleh LAMEMBA bertujuan untuk memastikan bahwa Program Studi Sarjana Akuntansi memiliki kualitas yang sesuai dengan standar nasional dan internasional, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja.


Tim assesor dari LAMEMBA kunjungi unit Perpustakaan saat visitasi Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi Bisnis




Mendeley is a popular citation management tool used by researchers, students, and academics to organize their research references and create citations and bibliographies. Here's a guide on using Mendeley for citation management and information literacy:

1. Getting Started with Mendeley
Creating an Account: Go to the Mendeley website or download the desktop or mobile app. Sign up for an account. Installing the Mendeley Desktop: If you prefer using the desktop version, download and install it on your computer. Adding References: Start by adding references to your Mendeley library. You can do this manually by entering the details or by importing references from databases, PDFs, or other citation managers.
2. Organizing Your Library
Folders and Tags: Create folders to organize your references by topic, project, or any other criteria. Use tags to add additional labels for easier searching. Sorting and Filtering: Mendeley allows you to sort and filter your library based on various parameters such as author, title, publication year, etc.
3. Citing and Referencing
Inserting Citations: When writing a paper or document, use the Mendeley plugin for Word or other text editors to insert citations. Choose the citation style (e.g., APA, MLA, Chicago) and Mendeley will generate the citation for you. Creating Bibliographies: Mendeley can automatically generate bibliographies based on the citations you've inserted in your document. Simply select the desired citation style, and Mendeley will format the bibliography accordingly.
4. Collaboration and Sharing
Sharing References: You can share your Mendeley library or specific folders with colleagues or collaborators. This is useful for collaborative research projects. Collaborative Annotations: Mendeley allows you to add annotations, highlights, and notes to your PDFs. Collaborators can also contribute annotations, facilitating discussion and collaboration.
5. Advanced Features
PDF Management: Mendeley can manage your PDF files, allowing you to read, annotate, and organize them within the application. Syncing Across Devices: If you use Mendeley on multiple devices, ensure that syncing is enabled so that your library and changes are updated across all your devices. Advanced Search: Utilize Mendeley's advanced search features to quickly find specific references or content within your library.
6. Information Literacy Tips
Evaluate Sources: Use Mendeley to store and evaluate your sources. Consider factors such as credibility, relevance, and currency when adding references to your library. Cite Properly: Mendeley's citation styles ensure that your citations and bibliographies are formatted correctly according to academic standards. Double-check the citation style requirements for your discipline. Avoid Plagiarism: Proper citation management helps you avoid plagiarism by giving credit to the original authors of the sources you use in your work.
By effectively using Mendeley for citation management and information literacy, you can streamline your research workflow, stay organized, and produce well-cited and structured academic work.


 

Information Literacy: Citation Management Using the Mendeley Application


Perpustakaan Alma Ata Yogyakarta mengadakan pertunjukan musik akustik dengan judul "PERKUSTIK #01". Dengan kegiatan ini tentunya Perpustakaan Alma Ata mengharapkan dapat mengambl sejumlah manfaat dari kegiatan tersebut.Berikut beberapa manfaatnya:

1. Pengayaan Budaya : Pertunjukan musik bisa menjadi cara yang bagus untuk memperkaya pengalaman budaya pengunjung perpustakaan. Musik dari berbagai genre dan budaya dapat membuka wawasan dan memperluas pengetahuan tentang keberagaman budaya di dunia.

2. Meningkatkan Minat Baca : Pertunjukan musik dapat menjadi daya tarik tambahan bagi orang-orang untuk datang ke perpustakaan. Setelah menikmati pertunjukan, mereka mungkin juga tertarik untuk menjelajahi koleksi buku dan sumber informasi lainnya yang tersedia.

3. Mendorong Kreativitas : Pertunjukan musik dapat menginspirasi orang untuk mengekspresikan kreativitas mereka sendiri dalam berbagai bentuk, termasuk musik, sastra, seni visual, dan sebagainya. Ini bisa menjadi semacam pemicu untuk mengembangkan bakat seni yang terpendam.

4. Memperluas Jangkauan Publik : Dengan mengadakan pertunjukan musik, perpustakaan bisa menjadi lebih relevan bagi berbagai kelompok masyarakat. Ini bisa membantu dalam menarik perhatian dan menjangkau khalayak yang mungkin sebelumnya tidak terlalu tertarik atau tidak merasa terlibat dengan kegiatan perpustakaan.

5. Membangun Komunitas : Pertunjukan musik dapat menciptakan atmosfer yang ramah dan inklusif di perpustakaan, di mana orang-orang dari berbagai latar belakang dapat berkumpul, berinteraksi, dan berbagi minat bersama. Ini dapat membantu membangun komunitas yang lebih kuat dan saling mendukung.

6. Mengurangi Stigma terhadap Perpustakaan : Dengan menyajikan acara-acara budaya seperti pertunjukan musik, perpustakaan dapat mengubah persepsi orang terhadap institusi perpustakaan sebagai tempat yang kaku dan kuno. Ini dapat membantu mengurangi stigma negatif dan membuka pintu bagi lebih banyak orang untuk memanfaatkan sumber daya yang tersedia di perpustakaan.

7. Menghadirkan Pengalaman yang Memuaskan : Pertunjukan musik dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan menghibur bagi pengunjung perpustakaan, membuat mereka lebih cenderung kembali lagi di masa depan dan mungkin membawa teman atau keluarga untuk berbagi pengalaman yang sama.

Dengan demikian, pertunjukan musik di Perpustakaan Alma Ata Yogyakarta bukan hanya sekadar hiburan semata, tetapi juga merupakan bagian penting dari upaya untuk meningkatkan relevansi, aksesibilitas, dan kualitas layanan yang disediakan oleh Perpustakaan Alma Ata dalam mendukung pendidikan, budaya, dan kesejahteraan masyarakat secara luas.


 

Perpustakaan Alma Ata gelar pertunjukan musik akustik "PERKUSTIK #01" di Working Space Perpustakaan


Pertemuan antara Kepala UPT Perpustakaan UNU Yogyakarta, Abdulloh Badruzzaman, S.T., M.T., dan Pustakawan Perpustakaan UNU Yogyakarta dengan Kepala Perpustakaan Universitas Alma Ata Yogyakarta, Bapak Dian Nugroho Prasetyo, SIP., M.IP., pada tanggal 5 Maret 2024, menjadi awal dari hubungan baik antara kedua institusi. Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk membangun kerjasama kolaboratif yang lebih erat di masa depan.

Semoga ini menjadi langkah yang sangat positif dalam meningkatkan kualitas layanan dan akses informasi bagi mahasiswa Universitas Alma Ata dan UNU Yogyakarta.


Pustakawan UNU Yogyakarta kunjungi Perpustakaan Alma Ata Yogyakarta

 


ISO 9001:2015 merupakan standar manajemen mutu yang dikeluarkan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang didalamnya mencakup beberapa persyaratan dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh perusahaan atau organisasi dalam membentuk suatu quality management system. Manajemen mutu bermanfaat bagi perusahaan secara internal terutama untuk menjamin barang atau jasa yang dihasilkan sesuai standar.
Perusahaan yang memiliki jaminan mutu kualitas produk akan memiliki keunggulan dalam persaingan pasar dibandingkan dengan perusahaan yang tidak memiliki standar manajemen mutu.
Sertifikasi ISO 9001:2015 menunjukkan bahwa kami sebagai salahsatu perpustakaan di jogja yang telah memenuhi standar internasional dalam hal manajemen mutu. Ini menandakan komitmen kami terhadap keunggulan dalam layanan perpustakaan, efisiensi operasional.
Semoga hal ini membawa kebermanfaatan bagi seluruh civitas akademika Universitas Alma Ata.


Perpustakaan Universitas Alma Ata raih ISO 9001:2015 (Library Management of Higher Education)

Visi & Misi Perpustakaan

Kebijakan Mutu Perpustakaan

Struktur Organisasi Perpustakaan